Mendengar Kisah Pilu 5 Anak yang Ditinggalkan Orang Tuanya, Polisi Pidie Jaya Ulurkan Bantuan

Pidie Jaya – Lima bersaudara di Desa Mulieng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terpaksa hidup mandiri setelah ditinggalkan kedua orang tuanya akibat perceraian sejak 5 tahun lalu, keterbatasan ekonomi membuat mereka sempat putus sekolah dan tidak makan selama dua hari, Minggu (2/8/2026).

Merasa prihatin dengan keadaan mereka, seorang anggota Polri, Aipda Jonni Rahmad yang bertugas di Polres Pidie Jaya Polda Aceh mendatangi langsung rumah mereka, untuk memberikan sedikit perhatian dan bantuan, Rabu (29/7/2026) yang lalu.

Aipda Jonni mengatakan, awalnya ia mendapatkan kabar dari seorang warga, tentang adanya 5 anak yang hidup mandiri tanpa pendampingan orang tua di Desa Mulieng.

“Setelah kami cek dan mendatangi langsung rumahnya, ternyata benar terdapat 5 orang anak yang hidup mandiri di desa tersebut,” kata Aipda Jonni.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Aipda Jonni mengatakan, anak pertama AM (20) dan anak ketiga yang masih sekolah kelas 2 SMP, bekerja serabutan membantu penyemaian bibit kakao.

“Anak kedua sudah bekerja di luar kota, sedangkan anak keempat, kelima dan keenam masih duduk di bangku sekolah dasar,” kata Aipda Jonni.”Bahkan anak ketiga yang duduk di bangku SMP sempat putus sekolah, karena tidak adanya biaya,” imbuh Aipda Jonni.

Aipda Jonni mengatakan, anak pertama memutuskan untuk putus sekolah, agar bisa merawat adik-adiknya yang masih kecil.

“Kondisi mereka sangat memprihatinkan, pernah dalam kondisi terdesak, mereka sempat tidak makan selama dua hari dan akhirnya meminjam beras ke tetangga,” kata Aipda Jonni.Saat menyambangi rumah kelima anak tersebut, Aipda Jonni memberikan sedikit tali asih, berupa uang belanja, makanan ringan dan peralatan sekolah.

“Semoga dengan sedikit bantuan dari kami, dapat memberi motivasi anak-anak agar bisa kembali fokus sekolah,” kata Aipda Jonni.(ngs)


Diterbitkan

dalam

, , , , ,

oleh

Tags: